Senin, 30 Mei 2011

2 Bangunan bersejarah Peninggalan Peradaban Mesopotamia

Sejarah merupakan sesuatu yang indah jika mengandung manisnya sebuah cerita, namun sejarah jua akan terasa menjadi musuh paling menakutkan, menyeramkan, apapun kita menganggapnya jika dalam sejarah itu terdapat onak yang terus menghantui seumur hidup.
Sejarah begitu panjang jikalau kita memang menganggapnya begitu, namun semua kan terbalik jika kita juga menganggapnya begitu.
 Namun dalam kesempatan ini saya tidak akan membahas banyak tentang sejarah yang itu, karena itu lebih banyak menyangkut masalah hati. Saya takut nanti kalian malah tambah sakit hati membaca sekilas wacana ini.
Nah, bagaimana kalau sekarang kita coba bahas a little piece of Mesopotamian ancients. Mesopotamia merupakan salah satu peradaban terbesar dalam sejarah dunia. Ingatkah dengan Taman Gantung yang begitu mempesona, begitu luar biasa, sungguh keajaiban dunia yang tak ternilai harganya.
Bagaimana sudah ingatkan??? Kalau begitu ayo mulai dari sejarah awalnya.

 

 

 

MESOPOTAMIA

(Peradaban Yang Hilang)

 

Mesopotamia terletak di antara dua sungai besar, Sungai Efrat dan Sungai Tigris. Daerah yang kini menjadi Republik Irak itu di zaman dahulu disebut Mesopotamia, yang dalam istilah Yunani μεσοποταμια – mesopotamia, "between two rivers", dari kata μεσος - mesos, di tengah-tengah, di antara dan ποταμος – potamos, sungai.yang berarti di tengah dua sungai.

Kata Yunani
μεσοποταμια (mesopotamia), menerjemahkan ungkapan Ibrani ארם נהרים - 'ARAM NAHARAYIM (Padan Aram) Inilah tanah subur di sebelah timur Sungai Orontes, yang meliputi daerah Efrat Hulu dan Tengah dan daerah-daerah yg diairi oleh Sungai Habur dan Tigris, yaitu daerah Siria Timur dan Irak Utara modern. Di sini juga terdapat Haran (ke mana Abraham pindah sesudah mening-galkan Ur di Babel) dan kota-kota sekelilingnya, ke mana Eliezer disuruh mencari istri bagi Ishak:

Mesopotamia terletak di antara dua sungai besar, Eufrat dan Tigris. Daerah yang kini menjadi Republik Irak itu di zaman dahulu disebut Mesopotamia, yang dalam bahasa Yunani berarti "(daerah) di antara sungai-sungai". Entah sejak kapan nama itu dipakai untuk menyebut daerah itu. Namun, para penulis Yunani dan Latin kuno, seperti Polybius (abad 2 SM) dan Strabo (60 SM-20 M), sudah menggunakannya.

Sejarah Mesopotamia diawali dengan tumbuhnya sebuah peradaban, yang diyakini sebagai pusat peradaban tertua di dunia, oleh bangsa Sumeria. Sumeria adalah salah satu peradaban kuno di Timur Tengah, terletak di sebelah selatan Mesopotamia (tenggara Irak) dari catatan terawal abad ke-4 SM sampai munculnya Babilonia pada abad ke-3 SM. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Sumeria.Mereka bercocok tanam dan sudah memiliki sistem pengairan. Bangunan-bangunan mereka dibuat dari lumpur. Mereka menganut agama politeis.
Bangsa Sumeria membangun beberapa kota kuno yang terkenal, yaitu Ur, Ereck, Kish, dll. Kehadiran seorang tokoh imperialistik dari bangsa lain yg juga mendiami kawasan Mesopotamia, bangsa Akkadia, dipimpin Sargon Agung, ternya melakukan sebuah penaklukan politis, tapi bukan penaklukan kultural. Bahkan dalam berbagai hal budaya Sumer dan Akkad berakulturasi, sehingga era kepemimpinan ini sering disebut Jilid Sumer-Akkad. Campur tangan Sumer tidak dapat diremehkan begitu saja, pada saat Akkad terdesak oleh bangsa Gutti, bangsa Sumer-lah yg mendukung Akkad, sehingga mereka masih dapat berkuasa di "tanah antara dua sungai" itu.

Peninggalan bangsa Sumeria atau peradaban Mesopotamia antara lain adalah Ziggurat serta Taman gantung di Babylonia yang sempat disebutkan sebelumnya. Ayo kita bahas tentang kedua peninggalan bersejarah tersebut.
Ziggurat (bahasa Akadia: ziqqurat, D-stem zaqāru "dibangun di daerah yang tinggi") adalah monumen besar yang dibangun di lembah Mesopotamia Kuno dan dataran tinggi Iran bagian barat, yang berbentuk piramida berundak yang tersusun atas kisah atau tingkat yang mundur. Terdapat 32 ziggurat di dan dekat Mesopotamia yang diketahui. 28 terletak di Irak, dan 4 ada di Iran. Ziggurat yang terkenal termasuk Ziggurat Besar Ur dekat An-Nashiriyah, Iral; Ziggurat Aqar Quf dekat Baghdad, Irak; Tschogha Zanbil di Khūzestān, Iran; Tappeh Sialk dekat Kashan, Iran, yang paling akhir ditemukan; dll.

Taman Gantung Babilonia atau dikenal pula sebagai Taman Tergantung Semiramis merupakan salah satu tujuh kejaiban dunia kuno yang disebut oleh Antipater Sidon dalam puisinya. Kemungkinan Taman Gantung Babilonia terletak di tepi timur Sungai Eufrat, sekitar 50 kilometer selatan Kota Baghdad, Irak tepatnya di kota Al-Hillah. Taman Tergantung sebenarnya tidaklah betul-betul "tergantung" seperti terikat dengan tali. Namanya berasal dari terjemahan kata Yunani Kremastos atau kata Latin pensilis, yang bermaksud bukan hanya "tergantung” tetapi "anjung," seperti terletak di atas berandah atau suatu teras. Taman ini dibangun oleh Nebukadnezar II, cucu Raja Hammurabi yang terkenal, sekitar tahun 600 SM sebagai hadiah untuk istrinya yang merindukan rumahnya, Amyitis. Amytis merindukan pohon-pohon dan tanaman wanginya di Persia, sedangkan dalam tulisan lain dikatakan bahwa istri Nebukadnezar II bernama Amuhia dan ia berasal dari Nusantara. Taman ini diperkirakan hancur sekitar 2 abad sebelum masehi. Kemudian Taman gantung ini di dokumentasikan oleh sejarawan Yunani seperti Strabo dan Diodorus Circulus.



Cukup sekian, selintas informasi nonfiksi yang dapat saya beri saat ini. Akhir kata terima kasih, and don’t forget History will never die”.



1 komentar: